Paragraf pertama

By

Untuk tangisan yang selalu ku paksa bungkam, bukakanlah pintu maaf selama mungkin untuk atom kecil sepertiku. Terima aku dan peluk aku tiap kali aku pulang. Karena disini, aku tidak pernah berani pulang dan entah kemana aku harus pulang.

Posted In ,

Leave a comment