Aku gatau gimana rasanya yang bener-bener dicintai. Apakah dengan diperhatiin, dibeliin semua keinginan, selalu deket secara fisik, atau bahkan yang selalu mendoakan diam-diam.
Beberapa hal yang dilakukan hanya saat momentum saja, dibanyak sisi aku sangat sering merasakan bahwa itu bukan cinta. Hanya obsesi, kebiasaan, atau bahkan nafsu. Betapa menyiksanya saat pikiran-pikiran itu datang menyerangku dan membuat jiwaku sakit berkali-kali.
Setiap kali berhubungan sex, aku selalu bertanya pada diriku. Berapa lama lagi dia akan melihatku secara objektif? Apakah dia melakukannya karena mencintaiku atau karena hanya ada aku yang bisa direalisasikan setelah melihat pemicu yg lain? Atau hanya karena ada aku? Semua itu membuatku mati rasa saat aku melakukannya. Apakah aku pernah benar-benar puas? Jawabannya selalu tidak, karena setelah adegan itu semuanya terasa seperti pengabaian. Semua hanya tersulut nafsu yang menjadi pemicu semuanya dimulai.
Tak ada deeptalk, tak ada perilaku layaknya pasangan yang saling mencinta. Semuanya hanya terlihat di media sosial saja. Dan selalu ada satu pertanyaan yang muncul, apakah tindakanku ini bentuk dari aku mencintai atau hanya tidak ingin dia kecewa?
Salah satu penyebab aku ingin sekali meninggalkan dunia ini. Akankah seperti waktu itu, saat aku nyatanya lebih bahagia pergi dari dunia yang membuatku terus menerus merasa tidak layak, kecil, dan diperdayakan hanya untuk perasaannya sendiri.
Mungkin, suatu saat…
Leave a comment